Showing posts with label lingkungan hidup. Show all posts
Showing posts with label lingkungan hidup. Show all posts

Thursday, December 2, 2010

Water Stress " Pendahuluan"

Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman adalah air. Air mempunyai peranan yang penting bagi pertumbuhan tanaman, hal ini karena air merupakan penyusun utama dari protoplasma sel, sebagai bahan pelarut dan memberikan suatu media untuk pengangkutan

Air juga diperlukan sebagai bahan penyusun senyawa baru, pemelihara tekanan turgor dan secara tidak langsung dapat memlihara suhu tanaman

Air merupakan bagian terbesar dari jaringan tumbuh-tumbuhan. Semua proses tumbuh dan perkembangan tanaman yang penting terjadi dalam air. Unsur-unsur hara dari tanah yang diperlukan tanaman harus larut atau dilarutkan dalam air sebelum dapat diisap oleh akar yang seterusnya diangkut ke semua bagian tanaman oleh air. Air diperlukan dalam proses asimilasi

Air diperlukan pula sebagai pengatur suhu (Suwasono Heddy, 1987) Pertumbuhan akan menjadi tidak normal (terganggu) apabila tanaman tumbuh di tempat yang kelebihan atau kekurangan air berupa kelayuan tanaman

Telah diketahui bagaimana gerakan air dari dalam tanah ke dalam tanaman sampai ke daun yang selanjutnya sampai ke atas. Bagaimana pengaruhnya bila lingkungan hidup tanaman mengalami kekurangan air yang disebut water stress Dengan demikian tanaman mengalami gangguan dalam proses metabolismenya

Bila suatu tanah tidak lagi mengandung air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan suatu tanaman, tanaman mengalami proses kelayuan
Pada keadaan demikian, tanaman mengalami kekurangan air yang sangat atau water stress, maka keadaan tanah- tanah ini disebut titik layu (Dwidjo Seputro (1984) dalam Suwasono Heddy, 1987)

Kelayuan ini disebabkan absorbsi air karena tidak mencukupi untuk proses transpirasi tersebut

Water stress ini tidak akan pernah terjadi selama tanaman ini mendapat pengairan yang teratur, dan akan menjadi problema utama pada tanaman di lahan kering yang pengairannya tergantung pada curah hujan

Status air merupakan faktor pembatas yang penting pada proses fotosintetis. Tanaman yang mengalami stress air akan mengalami penutupan stomata untuk mengurangi proses transpirasi dari daun (Sugeng Prasetyo (1982) dalam Suwasono Heddy, 1987)

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu agar praktikan mengetahui perbedaan ketahanan terhadap kekeringan dan kadar air tanah pada tingkat kelayuan dari beberapa jenis/spesies tanaman palawija

Kompetisi " Pembahasan dan Simpulan"

Kompetisi adalah peristiwa yang sangat umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan sudah disadari sejak lama sebagai faktor penting dalam kehidupan. Dalam bidang tanaman, manusia telah menyadari sejak awal budidaya tanaman akan peranan kompetisi dalam kehidupan tanaman.

Ini dapat dilihat dari pemberantasan gulma yang mempunyai pengaruh negatif terhadap tanaman yang diusahakan. Kompetisi diantara individu tanaman dari jenis yang sama pasti juga telah disadari sejak awal usaha budidaya tanaman, walaupun mungkin dalam pengertian yang berbeda dari yang sekarang.
Petani melalui pengalamannya mengetahui bahwa hasil yang diperoleh sedikit jika populasi tanaman rendah, dan tanaman tidak tumbuh terlalu baik jika jarak tanam terlalu rapat.

Akhirnya mereka memillih suatu kepadatan yang dianggap layak memberikan hasil yang tertinggi. Fakta lain yang menunjukan kesadaran akan kompetisi adalah praktik penjarangan tanamn dan pengurangan percabangan tanaman

Lingkungan " Pembahasan dan Simpulan"

Tanaman berhijau daun dalam menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia melalui proses fotosintesa. Dalam proses fotosintesa, CO2 dan H2O diubah menjadi karbohidrat dan O2 dilepaskan ke udara

Karbohidrat sederhana yang dihasilkan fotosintesa melalui proses metabolisme diubah menjadi lipida asam nukleat, protein dan molekul organik lain. Molekul-molekul tersebut selanjutnya diubah menjadi batang, akar, daun, umbi, biji, jaringan dan sistem organ lainnya

Produksi senyawa organik oleh fotosintesa bergantung pada tersedianya unsur hara dan mineral, tersedianya air dan CO2, suhu yang sesuai, energi radiasi dan tidak terdapat nya senyawa toksin di sekitar tanaman. Faktor tersebut merupakan bagian dari lingkungan yang mempunyai keragaman yang cukup besar. Faktor dalam seperti jenis pigmen, tingkat enzim, dan derajat organisasi dari organ fotosintesa juga mempengaruhi fotosintesa. Faktor luar dan dalam dapat dinilai sebagai efisiensi tumbuhan dalam mengkonversikan energi matahari menjadi energi kimia

Lingkungan " Pendahuluan"

Lingkungan atau lingkungan hidup (environment) berasal dari kata environner (Perancis) yang berarti mengelilingi. Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai himpunan semua kondisi dan unsur baik unsur biotik maupun abiotik yang menghelilingi kehidupan suatu organisme atau makhluk hidup

Lingkungan hidup yang dimaksud terdiri atas lingkungan fisik (abiotik) dan lingkungan hayati (biotik). Lingkungan abiotik meliputi tanah, air, udara, unsur iklim seperti temperatur/suhu, intensitas radiasi matahari, kelembaban udara dan hujan, gerakan udara (angin) dan sebagainya.

Sementara lingkungan biotik meliputi seluruh makhluk hidup yang ada, baik yang bersifat menguntungkan maupun merugikan begi organisme atau tanaman yang bersangkutan

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sebagai salah satu organisme, secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekelilingnya. Apabila kondisi lingkungan mendukung, seperti tersedianya materi dan energi yang dibutuhkan, maka tanaman tersebut akan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sebaliknya apabila kondisi lingkungan hidup tidak menguntungkan, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan terhambat atau mati. Oleh karena itu daya dukung lingkungan sangat penting dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan hidup suatu organisme

Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu agar praktikan mengetahui perbedaan tanaman yang ditanam pada lingkungan yang berbeda (di dalam rumah plastik/rumah kaca dan di tempat/ruang terbuka)